Sabtu, 12 Januari 2019

Rencana Swasembada Kedelai

Target Swasembada Kedelai rasanya akan menemui titik sulit dalam menentukan targetnya. Hal ini dikarenakan kinerja produksi kedelai periode tahun lalu menunjukan kinerja yang kurang memuaskan. Untuk itu, Pemerintah diminta untuk kembali mengkaji terkait target swasembada kedelai dari yang sebelumnya direncanakan akan terwujud pada tahun 2020 mendatang.
Swasembada Kedelai
Swasembada Kedelai

Menurut pendapat para pengamat, target di tahun 202 akan sulit dicapai dikarenakan produktivitas kedelai nasional yang masih rendah. Sehingga masih harus bergantung pada kedelai impor. Arief Nugraha, Peneliti dari CIPS (Center for Indonesian Policy Studies) mengungkapkan bahwa kedelai Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri. Hal in berdasarkan data dari BPS (badan pusat statistik) yang menunjukan bahwa produksi kedelai domestik hanya mampu mencapai 982.598 ton.

Sementara itu, kebutuhan kedelai dalam negeri, Indonesia masih harus impor kedelai sebear 2,6 juta ton lagi. Arief juga mengatakan bahwa Jumlah selisih produksi kedelai ini terlalu besar, untuk itu masih harus dipertimbangkan. karena dari jumlah tersebut dirasa masih akan terlalu jauh untuk dapat melakukan swasembada kedelai. Pemerintah juga dinilai perlu untuk mempertimbangkan kebutuhan kedelai para pengrajin tahu dan tempe domestik.

Letak Kawasan Industri Kendal

Kawasan Industri Kendal memiliki andil yang cukup besar bagi kinerja bisnis furnitur yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Rangsangan geliat ekonomi pada kelompok industri ringan yang menghasilkan barang siap pakai seperti furnitur tidak lepas dari pengoperasian KIK (kawasan industri kendal) yang berada di Jawa Tengah. Bisnis furnitur di Provinsi Jawa Tengah ini juga sangat berperan bagi komoditas ekspor nasional, yakni menyumbang setidaknya sebanyak 57% dari total ekspor produk furnitur Nasional.
Kawasan Industri Kendal
Kawasan Industri Kendal

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian menjelaskan bahwa bidang usaha furnitur termasuk kedalam sektir startegis yang bermanfaat untuk menopang perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan bisnis furnitur ini sangat potensial sebagai komoditas ekspor dan padat karya. Airlangga Hartarto juga menerangkan bahwa pihaknya bertekad untuk terus meningkatkan kinerja komoditas ekspor furnitur tanah air.

Apalagi ditambah dengan melimpahnya bahan baku yang berasal dari dalam negeri menjadikan bisnis ini sangat menjanjikan. Kementerian Perindustrian pun mencatat selama bulan januari sampai dengan Oktober 2018 saja neraca perdagangan furnitur menunjukan nilai surplus yakni sebesar 99,1 juta dolar Amerika Serikat dengan nilai ekspor yang mencapai 1,4 miliar dolar Amerika Serikat.

Perkiraan Lifting Gas 2019

Target Lifting Gas 2019 dikabarkan terdapat adanya penurunan target, dan ada juga blok minyak dan gas bumi yang mengalami kenaikan target di tahun 2019 in. Target hendaknya dapat ditetapkan secara terukur dan dapat diraih, bukan hanya mengedepankan ambisi. Untuk itu, SKK Migas atau Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi telah memproyeksikan suatu target produksi siap jual atau yang biasa disebut lifting gas untuk tahun produksi 2019.
Lifting Gas 2019
Lifting Gas 2019

Di dalam proyeksi target lifting 2019 tersebut ada beberapa kontraktor yang mengalami penurunan target lifitng dan ada juga kontraktor yang mengalami kenaikan target lifitng 2019. BP Berau, ConocoPhillips dan Eni Muara Bakau adalah 3 dari 5 kontraktor yang targetnya lebih rendah jika dibandingkan dengan target lifting tahun 2018.

SKK Migas pun merilis target lifitng gas tahun 2019 dalam Rencana Program dan Anggaran (WP&B) dengan target sebesar 188 ribu barel setara minyak per hari atau boepd. Padahal, realisasi atau pencapaian lifting tahun 2018 bisa mencapai sebesar 192 ribu boepd.

Jumat, 11 Januari 2019

Film Nominasi Piala Maya

Nominasi Piala Maya untuk kategori film dengan cerita panjang diisi oleh sebanyak 8 fim bioskop tanah air. Dari sebanyak 8 fil yang masuk nominasi, terdapat 3 judul film dengan tayangan layar lebar terbanyak ditonton sepanjang tahun 2018. akun @film_indonesia menginformasikan bahwa nominasi yang notabene termasuk kedalam film bioskop terlaris adalah sebelum iblis menjemput, Teman tapi Menikah, dan Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212.
Nominasi Piala Maya
Nominasi Piala Maya

Dengan jumlah tontonan masing - masing sebesar 1,12 juta penonton, 1,66 juta penonton dan sebanyak 1,55 juta penonton untuk film Wiro Sableng: Kapak Maut Naga Geni 212. Dikutip dari www.bioskoptoday.com, film "Sebelum Iblis Menjemput" adalah film karya dari Timo Tjahjanto yang diproduksi oleh rumah produksi Sky Media dan Legacy Pictures yang dirilis pada tanggal 9 Agustus 2018 yang lalu.

Film Sebelum Iblis Menjemput menceritakan tentang Alfie yang diperankan oleh chelsea islan  yang ditingaal mati oleh ibunya secara misterius. Sementara itu, Alfie tidak dekat dengan ayahnya dan alfie baru menyadari abhwa ayahnya yang bernama Lesmana (Ray Sahetapy) telah bangkrut dan sekarat dengan gejala penyakit aneh dan tidak wajar.

Daftar Panelis Debat Pilpres

Panelis Debat Pilpres telah ditetapkan oleh komisi pemilihan umum atau KPU. 6 tokoh ini akan berperan sebagai panelis untuk debat putaran yang pertama Pemilihan Presiden tahun 2019 yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 Januari mendatang. 6 panelis ini akan bertugas membahas, menggodok, dan juga menyiapkan pertanyaan untuk para kandidat. Untuk debat putaran pertama ini, tema yang akan diangkat adalah seputar hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme.
Panelis Debat Pilpres
Panelis Debat Pilpres

Akan tetapi khusus tema korupsi, rencananya akan melibatkan KPK (komisi pemberantasan korupsi). KPK juga akan menyampaikan beberapa poin - poin yang dinilai sangat krusial untuk dibahas dan diminta pendapatnya kepada para kandidat calon presiden dan calon wakil presiden. Para panelis ini merupakan para ahli di berbagai bidang seperti bidang hukumm dan pemberantasan korupsi.

Adapun para panelis ini adalah pendiri dari Indonesia Society of International Law, Hikmahanto Juwana, kemudian ada Bagir Manan yang pernah menjabat sebagai ketua mahkamah agung dan ketua dewan pers, kemudian ada Ahmad Taufan Damanik, Bivitri Susanti, Agus Rahardjo (ketua KPK), dan Margarito Kamis.

Alasan Kecurigaan ICW Terhadap Sumbangan Dana Kampanye Jokowi

Sumbangan Dana Kampanye Jokowi dicurigai oleh ICW. Indonesia Corruption Watch atau ICW mencurigai adanya aliran dana ampanye yang mengalir ke pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Kecurigaan ICW ini diakibatkan adanya subangan dana kampanye dalam bentuk sumbangan kelompok dengan nilai sebesar 37,9 iliar rupiah dengan nama penyumbang yang belum jelas.
Sumbangan Dana Kampanye Jokowi
Sumbangan Dana Kampanye Jokowi

Sumbangan sebanyak 37,9 miliar rupiah ini berasal dari Perkumpulan Golfer TBIG dan juga Perkumpulan Golfer TRG. Masing - masing dari kelompok penyumbang itu menyumbangkan sebesar 19,7 miliar rupiah dan sebesar 18,2 miliar rupiah dengan frekuensi pemberian sumbangan sebanyak 113 kali.

Dengan besaran sumbangan dana kampanye kelompok tersebut, maka porsinya setara dengan 67% dari total dana kampanye yang telah dilaporkan oleh TIm Kampanye Pasangan Capres Cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin yakni sebesar 55,98 miliar rupiah. Asal sumbangan dana kampanye Jokowi lainnya bersal dari korporasi yang turut andil menyumbang sebesar 11,49 miliar rupiah. Sementara itu, sumbangan dana kampanye dari partai politik hanya sebesar 5,4 miliar rupiah.

Investasi Belanja Iklan Televisi

Belanja Iklan Televisi menunjukan peningkatan. Meskipun era internet sangat berkembang pesat, nyatanya tidak mengganggu minat masyarakat untuk terus dapat melihat tayangan di televisi. Hal ini tercermin dari semakin berinovasinya merk televisi sampai smart tv dan juga meningkatnya belanja iklan di televisi yang tembus sebesar 110 triliun rupiah atau tumbuh sebanyak 13% di tahun 2018 yang lalu jika dibandingkan dengan belanja iklan televisi di tahun 2017.
Belanja Iklan Televisi
Belanja Iklan Televisi

Adanya agenda besar seperti Pemilihan Kepala daerah serentak, Asian Games, Final Piala DUnia 2018, Asian Para Games, dan Pertemuan Tahunan IMF-Bank DUnia 2018 merupakan sebab meningkatnya angka iklan di televisi karena hal ini merupakan daya tarik bagi pebisnis untuk terus mengeluarkan baiya yang lebih besar untuk beirklan di media televisi.

Catatan dari PT Sigi Kaca Pariwara yang merupakan layanan sistem monitoring iklan televisi (TVC) Adstensity mengungkapkan bahwa industri perawatan pribadi atau personal care memberikan kontribusi yang paling besar terhadap belanja iklan di media televisi yaitu sebesar 20,31% atau sebesar 22,43 triliun rupiah. Sementara iklan industri makanan olahan atau refined food menempati urutan kedua dengan persentase kontribusi iklan sebesar 10,58%.